Selasa, 10 November 2009

KEMERDEKAAN INDONESIA

PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
DAN UPAYA MENEGAKKAN KEDAULATAN
Oleh Mursalin


Peristiwa-peristiwa Penting Sekitar Proklamasi Kemerdekaan dan Sambutan Rakyat Indonesia.

1. Panggilan Tokoh-tokoh Indonesia ke Dalat Vietnam
Pada 9 Agustus 1945, Marsekal Terauchi, Panglima Besar Tentara Jepang di Asia Tenggara memanggil Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyoningrat ke markasnya di Dalat (Seigon), Vietnam ia menyampaikan keputusan pemerintah penduduk Jepang untuk memberikan kemerdekaan kepeda Indonesia.
Pertemuan Dalat merupakan mementum pentingmerupakan momentum penting terlaksananya sebuah proklamasi kemerdekaan. Jepang inilah yang menjadi pemicu terjadinya perdebatan pendapat terhadap tokoh-tokoh golongan tua dan golongan muda.

2. Peristiwa Rengasdengklok
Peristiwa pemboman kota Hirosmima pada 8 Agustus 1945 dan Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945 diusul menyerahnya Jepang pada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945.
Pada 15 Agustus 1945 para pemuda berkumpul di ruang belakang gedung Baktireologi Jalan Pengangsaan Timur No. 13, Jakarta, di Pimpin oleh Chaerul Saleh.
Rapat segera mengutus Wikana dan Darwis untuk menghadap Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta guna menyampaikan hasil rapat tadi. Namun, kedua tokoh itu menolak hasil rapat tersebut dengan mengajukan alasan untuk menghindarai bentrokan senjata dengan Jepang yang saat itu masih bersenjata lengkap dan mempunyai tugas memelihara status quo sebelum Pasukan Sekutu datang ke indonesia.
Para pemuda yang telah berkumpul di Asrama Benteng 31. para pemuda tersebut antara lain Chaerul Saleh, Yusuf Kunto, Surachmat, Johan Nur, Singgih, Mandani, Sutrisno, Sampun, Subadio, Kusnadar, Abdurrahman, dan Dr. Muwardi.
a. Daerah Rengasdengklok dilatarbelakangi laut Jawa, sehingga jika ada serangan dari Tentara Jepang dapat segera pergi melalui laut.
b. Di daerah sekitar Rengasdengklok, masing-masing dio Purwakarta, Cilamaya (Barat), Kedung Gedeh (Selatan), dan Bekasi (Timur) telah bersiap pasukan Peta untuk menjaga segala kemungkinan.
Setelah selesai dirumuskan, Ir. Soekarno membacakan naskah teks proklamasi di hadapan hadirin Drs. Moh. Hatta menyarankan agar semua yang hadir menantangininya dengan mengambil contoh pada naskah Declaration of Independence Amerika Serikat yang ditandangini oleh 13 utusan dari negara-negara bagian.
Usul tersebut di terima oleh semua pihak Ir. Soekarno kemudian meminta Sayuti Melik untuk mengetiknya.
Setelah di ketik, naskah teks proklamasi mengalami beberapa perbaikan, yaitu mengubah kata “ tempo” wakil bangsa indonesia menjadi “ atas nama bangsa Indonesia “ Djakarta 17-8-05 “ menjadi “ Djakarta hari 17 bulan 8 tahoen 05 “. Naskah yang telah di ketik kemudian di tanda tangani oleh Soekarno Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Sukarni mengusulkan agar naskah prolamasi kemerdekaan dibacakan di depan massa di Lapangan Ikada. Usul tersebut di tolak.

3. Upacara Prolamasi Kemerdekaan Repoblik Indonesia
Pada 17 Agustus 1945 para perumus teks proklamasi baru keluar dari rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda.
Bendera merah putih yang telah di jahit oleh ibu fatmawati. Pasukan Peta di bawah pimpinan komandan Syudanco Latief Hendraningrat dan Syudanco Abdurrahman.
Menjelang pukul 10.00 WIB, tokoh-yokoh nasional telah hadir di tempat upacara. Mereka diantaranya Dr. Buntaran M, Sam Ratulangi, A.A. Maramis, Kihajar Dewantara, K. H. Mas Mansur, Mr. Sartono, S. K. Trumurti, M. Tabrani, Dr. Muwardi, Sayuti Melik, A. G. Pringgodigdo, Pandu Kartawiguna, dan para tokoh pemuda.

“Saudara-saudara sekalian ! saya telah di minta hadir di sini untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Bepuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang utuk kemerdekaan tanah air kita, bahkan telah bertus-ratus tahun. Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naik ada turunnya, tetapi jiwa kita menuju kearah cita-cita kita. Juga didalam zaman Jepang usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti. Di dalam zaman Jepang ini tampaknya saja kita menyadarkan diri kepada mereka akan tetapi, pada hakikatnya kita tetap menyusun tenaga kita sendiri, dan kita pencaya kepda kekuatan sendiri. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar percaya kepada kekuatan sendiri. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah air kita didalam tangan kita sendiri, akan berdiri dengan kuatnya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia di seluruh Indonesia. permusyawaratan seia sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita. “
Dengan ini, kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami :
Demikian saudara-saudara !
Kita sekarang telah merdeka tidak ada satu ikatan yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita ! mulai saat ini kita menyusun negara kita ! Negara Merdeka ! Negara Republik Indonesia. Merdeka, kekal, dan abadi. Insya Allah, Tuhan Memberkati kemerdekaan kita itu.”
Berakhirlah penjajahan bangsa Belanda selama kurang lebih 350 tahun dan penjajahan bangsa Jepang selama kurang lebih 3,5 tahun.






4. Sambutan Rakyat Indonesia Terhadap Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagaimanakah cara pemuda menyebarluaskan cerita tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia keseluruh Indonesia ? Dengan menggunakan semua alat komunikasi yang ada di pergunakan untuk menyebar luaskan Prolamasi Kemerdekaan Indonesia.
Anggota dalam sidang PPKI beberapa waktu sebelumnya mereka antara lain adalah Samratu Langi (Gubernur Sulawesi), A.A. Hamidan (Gubernbur Kalimantan), A. Gusti Ketut Puja (Gubernur Nusa Tenggara) ; dan Teuku Moh. Hasan (Gubernur Sumatra).

5. Makna Prolamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

Teks Proklamsi merupakan pernytaan untuk merdeka atau mebebaskan diri dari segala bentuk ikatan penjajahan bangsa lain atas bangsa dan negara indonesia.
Proklamasi adalah jembatan emas yang menghubungkan dan menghantarkan bangsa Indonesia dalam mencapai masyarakat baru, kehidupan yang bebas, tanpa tekanan dan ikatan. Proklamasi seruan yang berbentuk legal (berdasarkan hukum) dan resmi.
Pada 18 Agustus 1945, PPKI. Sidang ini menjadi kelajuan sidang BPUPK pada 10-16 Juli 1945 yang mebahas rencangan Undang-undang Dasar Negara RI. Keputusan sidang tersebut adalah :
1. Menetapkan Undang-undang Dasar 1945, sebagai Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia.
2. Memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
3. Membentuk sebuah Komite Nasional untuk membantu Presiden selama MPR dan DPR belum terbentuk.

Pada minggu, 19 Agustus 1945, PPKI melanjutkan sidang. Sidang yang dipimpin oleh Otto Iskandarnita tersebut menghasilkan dua keputusan diantaranya mengenai,
1. Pembagian wilayah yang terdiri atas delapan propinsi beserta calon Gubernurnya, dan
2. Pembentukan Komite Nasional Daerah.

Pada 22 Agustus 1945, rapat PPKI dilanjutkan di Gedung Kebaktian Rakyat Jawa untuk membahas tiga masalah utama. Pertemuan yang di pimpin wakil presiden Republik Indonesia ini menghasilkan keputusan sebagai berikut :
1. Komite Nasional Indonesia (KNI) adalah badan yang berfungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat sebelum pemilihan umum diselenggarakan dan disusun dari tingkat pusat hingga daerah.
2. Partai Nasional Indonesia (PNI) dirancang menjadi patai tunggal, RI, namun akhirnya dibatalkan.
3. Badan Keamanan Rakyat (BKR) berfungsi sebagai penjaga keamanan umum bagi masing-masing daerah.
Pada 23 Agustus 1945, Presiden Soekarno mengumumkan hasil sidang PPKI tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes